Puasa Sunnah, Dalil dan Jadwal tahun 1434 H (2012-2013)
by Mahatta Dinata • November 16, 2012 • Islam • 0 Comments
Bismillah.
Tidak terasa kalender puasa sunnah tahun 1433 H sudah habis masa pakai karena kita telah memasuki tahun baru hijriah. Penasaran dengan jadwal yang baru, saya mencoba mencari, menemukan dan mencoba merangkumnya bersama dalil hadist terkait puasa sunnah tersebut. Berikut ini jadwal puasa sunnah untuk 1434 H dan 2013-2013 M. Semoga bermanfaat dan kita semua bisa mengamalkannya. Aamiin.
1. Puasa sunnah tiap hari Senin dan Kamis (kalender Hijriyah/Masehi).
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari Senin maka beliau bersabda,
“Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus sebagai Nabi, atau hari diturunkannya al-Qur’an kepadaku.”
Di dalam riwayat yang bersumber dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis. (HR. Lima Imam ahli hadits, kecuali Abu Dawud).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Amal-amal itu diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku senang jika amalku ditampakkan pada saat aku sedang berpuasa.” (HR at-Tirmidzi)
(Hadist Nabi Muhammad SAW ,Dikutip dari source)
2. Puasa Tiga Hari Setiap Bulan (Tanggal 13,14,15 di kalender Hijriyah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Tiga hari dalam setiap bulan (hijriyah), serta dari Ramadhan ke Ramadhan, semua itu seolah-olah menjadikan pelakunya berpuasa setahun penuh.” (HR. Ahmad dan Muslim)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa kekasihnya (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) telah mewasiatkan tiga perkara kepadanya, di antaranya adalah puasa selama tiga hari dalam setiap bulan.
Yang paling utama, puasa tiga hari tersebut dilakukan pada ayyamul bidh (hari-hari putih/terang, yakni malam-malam purnama) pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya. Dasarnya adalah hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas.” (HR. Ahmad dan an-Nasa’i di dalam as-Sunan)
(Hadist Nabi Muhammad SAW ,Dikutip dari source)
jadwalnya :
- 27, 28, 29 November 2012/Muharram 1434 H
- 26, 27, 28 Desember 2012/Shafar 1434 H
- 25, 26, 27 Januari 2013/Rabi’ul Awwal 1434 H
- 23, 24, 25 Pebruari 2013/Rabi’ul Awwal 1434 H
- 25, 26, 27 Maret 2013/Rabi’ul Akhir 1434 H
- 23, 24, 25 April 2013/Jumadil Awwal 1434 H
- 23, 24, 25 Mei 2013/Jumadil Akhir 1434 H
- 22, 23, 24 Juni 2013/Rajab 1434 H
- Puasa (wajib) Ramadhan 1434 H – 9 Juli – 7 Agustus 2013 ***t275: dengan demikian, tidak ada puasa sunnah 3 hari di bulan Ramadhan..***
- 20, 21, 22 Agustus 2013/Syawwal 1434 H
- 19, 20, 21 September 2013/Dzulqa’idah 1434 H
- 18, 19, 20 Oktober 2013/Dzulhijjah 1434 H. ***tgl 18 Oktober = hari terakhir Tasyriq, tidak boleh berpuasa***
3. Puasa Arafah
Disebutkan dalam shahih Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab, “Dia (puasa Arafah) menghapuskan dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (Hadist Nabi Muhammad SAW, dikutip dari source)
jadwal : Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji yaitu Tanggal 14 Oktober 2013.
Tidak boleh berpuasa :
Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah / 15 Oktober 2013.
Hari tasyriq 11, 12, 13 Dzulhijjah / 16, 17, 18 Oktober 2013.
4. Puasa Bulan Muharram – ‘Asyura’ selama 3 hari – 9, 10, 11 Muharram (23, 24, 25 November 2012).
Tentang puasa di bulan Muharrram, sebagaimana terdapat di dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan, maka beliau menjawab,
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah al-Muharram.”
Sangat dianjurkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu’a dan ‘Asyura). Bisa juga dilakukann tgl 10 dan 11. (Hadist Nabi Muhammad SAW, dikutip dari source)
5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban
Mengenai puasa bulan Sya’ban ini, telah disebutkan di dalam ash-Shahihain dari Aisyah xberkata, “Aku tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa selama sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa seperti yang dilakukannya pada bulan Sya’ban.”
Disebutkan dalam riwayat yang lain, “Beliau banyak berpuasa pada bulan itu, kecuali hanya sedikit hari-hari (beliau berbuka) di dalamnya.
(Hadist Nabi Muhammad SAW, dikutip dari source)
Jadwal : Antara 10 Juni – 8 Juli 2013.
6. Puasa pada bulan Syawal – 6 hari
Dari Abu Ayyub al-Anshari bahwasanya Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh”
Jadwal : Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawal (8 Agustus 2013) yaitu Antara 9 Agustus – 6 September 2013.
7. Puasa Daud – berpuasa selang seling
Tentang puasa Nabi Dawud ini terdapat dalam riwayat al-Bukhari bahwa Abdullah Ibnu Amr radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Demi Allah aku akan berpuasa pada siang hari dan bangun pada malam hari terus menerus selama hidupku.”
Ketika hal itu disampaikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka beliau bersabda,
“Sesungguhnya engkau tidak akan mampu melakukan hal tersebut, karena itu berpuasa dan berbukalah, bangun dan tidurlah, berpuasalah engkau tiga hari dalam setiap bulannya, karena satu kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat, dan itu seperti puasa ad-Dahr (sepanjang tahun).
Tatkala mendengar jawaban dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini Abdullah Ibnu Amr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya aka mampu melakukan yang lebih baik daripada itu. Maka beliau bersabda, “Berpuasalah satu hari dan berbukalah (tidak berpuasa) dua hari.” Abdullah Ibnu Amr radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Sesungguhnya aku mampu melakukan yang lebih baik daripada itu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda, “Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari, yang demikian itu adalah puasa Dawud, puasa tersebut adalah puasa yang paling baik.”
Lalu Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya aku mampu melakukan yang lebih baik daripada itu.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada yang lebih baik daripada puasa tersebut.”
(Hadist Nabi Muhammad SAW, dikutip dari source)
Jadwal : Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. *kecuali hari-hari yang dilarang berpuasa*
Mungkin masih banyak kesalahan dan kekurangan, silahkan ditambahkan jika terdapat kekurangan dan silahkan dikomentari jika terdapat kesalah.
Semoga bermanfaat.
Silakan diperbanyak jika anda membutuhkan dan dirasa berguna untuk saudara-saudara kita yang lain.
(Jadwal puasa didapatkan dari source)